Zaman Now, Masihkah Mau Pakai Parabola???

Pertanyaan seperti ini sering sekali berseliweran di internet atau saat ngobrol dengan beberapa orang.

Pertanyaan ini di ajukan oleh berbagai kriteria orang, diantaranya :

  1. Belom tau apa itu parabola
  2. Menggunakan parabola tapi cuma pakai aja
  3. Orang yang sudah expert terhadap parabola

Yang menarik adalah, mengapa pertanyaan itu muncul? Terlebih lagi baru-baru ini, dunia parabola di hebohkan dengan di acaknya channel MNC Grup di Palapa D CBand & terbuka nya channel MNC grup di satelit Measat 3, pertanyaan di atas semakin menjadi-jadi. Nah, disini kami akan sedikit mengulasnya.

1. Untuk orang yang belom tahu parabola

Mereka ini belum pernah menggunakan parabola dan boleh dibilang mereka ini tinggal di kota besar, dimana infrastrukturnya sudah baik. Seperti tersedia nya sinyal UHF, jaringan internet, tersedia nya peralatan elektronik di sekitar nya, & sebagainnya. Karena tersediannya sinyal UHF/internet yang bagus, mereka cukup menggunakannya untuk nonton TV dan sudah banyak yang menonton siaran menggunakan IPTV atau saluran streaming via Internet. Tapi ketika mereka mulai kenal parabola, mereka tertarik dengan parabola, karena bisa dapat kualitas gambar yang bagus namun gratis (tanpa bayar internet)

2. Orang yang sudah menggunakan parabola tapi tidak tahu secara mendalam seluk beluk parabola

Bisa dibilang mereka hanya user atau pemakai saja. Mereka yang mengajukan pertanyaan ini adalah orang yang biasanya merasa kecewa dalam menggunakan parabola. Bisa jadi mereka kecewa dengan siaran parabola. Nah golongan ini, biasanya selalu marah saat ada siaran favoritnya yang di acak/siarannya tidak sesuai dengan yang di janjikan.

Misalnya dulu ketika channel RCTI & MNC Grup lainnya yang di acak di saat prime time (bahkan sekarang sudah diacak 24jam), atau saat hilangnya MNC Grup di Ninmedia, Atau bahkan saat akan nonton bola tapi tiba-tiba di acak, harus ganti dekoder atau bayar voucher lagi. Karena kecewa mereka meninggalkan parabola dan beralih ke : misal pasang tv kabel, atau streaming internet atau pakai antena UHF.

Namun untuk golongan ini sebenernya tinggal di berikan edukasi yang benar, tentang kelemahan dan kelebihan parabola, jangan pernah ditutup-tutupi demi meraup untung semata.

3. Orang yang sudah expert terhadap parabola

Untuk golongan ketiga, ini yang sangat susah, karena mereka ini adalah orang-orang expert, atau orang yang sangat paham tentang dunia parabola. Dan sebenernya secara jujur, mereka ini adalah penghobi parabola sehingga mereka ini adalah pengguna parabola sampai detik ini. Lalu mengapa mereka ini mengutarakan pertanyaan seperti headline di atas?

Yang jelas, kebanyakan dari mereka banyak yang mengkritik tentang provider-provider PAY TV atau penyedia channel di masing-masing satelit. Misalnya mereka mengkritik, kenapa MNC Grup di acak di satelit Palapa? Ujung-ujungnya duit juga, harus beli receiver baru dan diminta beli voucher ke provider tertentu.

Jadi bagi mereka, hampir penyedia channel di satelit saat ini hanya mencari keuntungan semata, tidak berpihak pada masyarakat luas. Disinilah, hal yang perlu di kritik, pertanyaan mereka sebenarnya adalah pertanyaan mengejek, membuat provokasi atau numpang tenar. Padahal mereka sendiri tahu jawabannya karena mereka masih menggunakan parabola untuk kebutuhan mereka.

Seharusnya, bagi mereka yang paham tentang parabola, hendaklah memberikan edukasi pada orang yang awam, jangan malah memprovokasi. Contoh kasus yg sering dimasalahkan adalah parabola sudah gak jaman karena sudah di buat ladang keuntungan, hal ini sangat mudah di jawab. Semua provider channel di parabola, mereka ini membayar slot transponder di satelit, mereka tidak gratis “ujug-ujug” naruh channel di satelit tersebut. Lalu konten dari channel-channel yang tayang 24 jam nonstop, misal sinetron, mereka membuat konten itu juga tidak gratis, provider mengeluarkan dana untuk itu, seperti menyewa artis, beli peralatan dsb.

Sehingga provider mengeluarkan dana, dan mereka butuh pemasukan. Channel berbayar itu salah satunya adalah bentuk pemasukan untuk provider agar tetap menanyangkan channel bermutu & membayar slot satelit, pegawai dan lainnya. Sehingga wajar jika ada channel yang di acak dan provider tidak salah akan hal itu.

Lalu ada pertanyaan, di luar negeri atau ada beberapa channel yang malah gratis, tidak memungut biaya untuk di tonton. Cuma di Indonesia yang harus bayar. Jawabannya, apa iya seperti itu? Apa selamanya akan gratis? Apa anda tahu subsidi atau dana untuk menalangi biaya-biayanya?

Golongan yang expert parabola pasti tahu akan hal ini, namun banyak yang malah mengkompori sehingga menjadi gaduh dan tidak mengedukasi. Parabola untuk saat ini masih sangat di butuhkan oleh masyarakat Indonesia, khususnya yang masih belom terjangkau oleh sinyal UHF karena masih banyak infrastruktur yang belum merata. Sehingga parabola menjadi salah satu sumber hiburan dan informasi bagi mereka, jika mereka tidak menggunakan parabola untuk menonton siaran tv, dari mana sumbernya? Tidak terbayangkan akibatnya.

Untuk para expert parabola, yuk kita bantu edukasi para pengguna parabola, agar mereka tahu semua seluk beluk parabola, beri edukasi yang baik dan benar agar masyarakat menjadi lebih cerdas dalam memilih hiburan yang sesuai kebutuhannya.

Konsultasi dan pemasangan parabola bisa hubungi kami, klik menu HOME diatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simple Order
Order cepat tanpa ribet langsung melalui form whatsapp.
Fast Respons
Kami siap melayani dan merespons order Anda dengan cepat.
Quality Products
Kami hanya menjual produk yang benar benar bermutu dan berkualitas.
Temukan kami di :
Butuh Bantuan ?

Keranjang Belanja

×

Ups, Belum ada barang di keranjang belanja Anda.

Belanja Sekarang !

Form Bantuan Whatsapp!

×